PONOROGO, (22/10/2026) — Siswa MAN 2 Ponorogo kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Lima siswa berhasil meraih Gold Medal kategori Teknologi dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 melalui inovasi prototipe mesin penanam tebu bernama Suropati 2878. Kompetisi tersebut diselenggarakan secara luring pada 13–17 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia.

Tim peraih penghargaan ini terdiri atas Hana Dinny Fitriyah dan Karin Alya Maghfiroh dari kelas XI-10, Noor Alya Nabilla Agustvya dari kelas XII-14, serta Hasna Fadhila Ramadhani dan Nabila Saniyya Aziza dari kelas XII-8. Dalam proses penelitian, tim mendapatkan bimbingan dari Amru Hidayah, M.Pd.

Suropati 2878 dikembangkan sebagai inovasi teknologi di bidang pertanian, khususnya untuk membantu proses penanaman tebu. Gagasan ini berangkat dari potensi pertanian tebu di Jawa Timur yang menjadi salah satu daerah penting dalam industri gula nasional. Berdasarkan data yang digunakan tim dalam penelitiannya, Jawa Timur memiliki 53,45% pabrik gula di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong tim untuk mengembangkan solusi teknologi yang diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Proses penelitian dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Tahapannya dimulai dari studi literatur, penyusunan konsep, perancangan desain, persiapan komponen, hingga pembuatan prototipe mesin. Setelah itu, tim melaksanakan uji coba atau simulasi, menganalisis data yang diperoleh, serta berkonsultasi dengan ahli untuk mengevaluasi rancangan dan kinerja alat.

Dalam mempersiapkan kompetisi, seluruh anggota tim berkontribusi pada setiap tahapan penelitian. Pembagian tugas dilakukan sesuai kebutuhan, mulai dari penyempurnaan alat, penyusunan konsep stan (booth), hingga persiapan poster penelitian. Untuk sesi presentasi, setiap anggota mendapatkan bagian materi masing-masing agar dapat menjelaskan penelitian secara menyeluruh kepada dewan juri.

Salah satu anggota tim, Hasna Fadhila Ramadhani, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama mengikuti ISIF 2026 adalah pengalaman pertama tim berkompetisi di tingkat internasional. Selain itu, penggunaan bahasa Inggris juga menjadi tantangan tersendiri, terutama saat mempersiapkan presentasi dan berkomunikasi selama kompetisi.

“Pertama kali bagi kami semua untuk mengikuti lomba internasional dan mungkin tantangan terbesar pada bahasa Inggrisnya,” ungkap Hasna.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk belajar, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam mempresentasikan hasil penelitian. Dukungan guru pembimbing dan kerja sama antaranggota menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persiapan hingga kompetisi berlangsung.

Hasna juga menyampaikan pesan kepada siswa MAN 2 Ponorogo agar berani mencoba dan mengembangkan ide yang dimiliki. Menurutnya, penelitian tidak harus dimulai dari gagasan yang sempurna, tetapi dapat menjadi proses belajar untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahan di sekitar.

“Jangan takut untuk mencoba dan mengembangkan ide yang kalian miliki. Kalian tidak harus menunggu sampai memiliki ide yang sempurna, karena penelitian dan inovasi justru menjadi proses untuk belajar, berkembang, dan menemukan solusi dari permasalahan di sekitar kita. Jangan takut gagal, jangan ragu untuk bertanya, dan manfaatkan dukungan dari guru serta lingkungan sekolah,” pesan Hasna.

Ia menambahkan bahwa prestasi bukan semata-mata tentang kemenangan, melainkan juga keberanian untuk memulai dan menjalani proses hingga menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Karena prestasi bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi juga tentang keberanian untuk memulai, berproses, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Jadi, yuk, berani mencoba dan buktikan bahwa siswa MAN 2 Ponorogo mampu berkarya dan berinovasi!” tambahnya.

Keberhasilan meraih Gold Medal melalui Suropati 2878 diharapkan menjadi motivasi bagi siswa MAN 2 Ponorogo untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa ide yang berangkat dari permasalahan di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi karya teknologi yang berpotensi mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.